Senin, 19 Februari 2018

Wisata Belitung ( Paket Hemat , Murah Dan Lengkap )




Belitung, or Belitong (local language, taken from the name of a type of sea slug), formerly known as Billiton is an island off the east coast of Sumatra, Indonesia, flanked by the Gaspar Strait and the Karimata Strait. The island is famous for its white pepper (Piper sp.) Which in local language is called sahang, and C-type mining materials such as tin (Stannuum), quartz sand, white clay (kaolin), and granite. And lately become an alternative natural tourist destination. The island was once owned by the United Kingdom (1812), before finally being exchanged to the Netherlands, together with Bengkulu, with Singapore and New Amsterdam (now part of the city of New York). The main city is Tanjung Pandan.

Belitung Island is divided into 2 districts namely Belitung Regency, with a capital in Tanjung Pandan, and East Belitung, with a capital of Manggar.



Selasa, 13 Februari 2018

CARSTENZ PYRAMID TREKKING




๐Ÿ‘‰Meet Point : Timika,Mozes Kilangin International airport.

In 1936, the Carstensz expedition, initiated by the Dutch, was unable to determine with certainty which of the three peaks was the highest, decided to try to climb each peak. Anton Colijn, Jean Jacques Dozy, and Frits Julius Wissel reached the Eastern Carstensz glacier and the Ngga Pulu Peak on 5 December. Because the glaciers are melting, the height of the Ngga Pulu Peak is 4,862 meters, but it has been estimated that in 1936 (when the glacier was still covered by a peak of 13 square kilometers), Ngga Pulu was indeed the highest peak with an altitude of more than 5,000 meters.

Afterwards Puncak Jaya was never climbed until 1962, by an expedition led by Austrian mountaineer Heinrich Harrer, with three other expedition members, Robert Philip Temple, Russell Kippax, and Albertus Huizenga. Philip Temple from New Zealand, previously led an expedition to the area and pioneered an access route to the mountains.

In 1963, the peak was renamed Puncak Sukarno, after which it was later renamed Puncak Jaya. The name Carstensz Pyramid itself is still used among mountain climbers
.
.
๐Ÿ‘‰Kuota Minimal 3 Pax.
.
.
๐Ÿ‘‰Route : Timika Helicopter to Yellow Valley.

Carstensz Pyramid is a peak that is part of the Sudirman Barisan in the Indonesian Province of Papua. Puncak Jaya has a height of 4,884 m and around it is the Carstensz glacier, the only tropical glacier in Indonesia, which is likely to disappear soon due to global warming.
.
.
Include :
๐Ÿ‘‰๐Ÿ“œ
✔ All Permits and Entrance Fee
✔ 2 Nights Stay in Timika,Inclusive Breakfast
✔ Experieced Climbing Tour Guide And Field Assistants
✔ All Meal During Expedition
✔ Chartered Helicopter
✔ Sattelite Phone For Emergency
✔ Radio Communication With The Basecamp
✔ Standart Camping And Climbing Equipments

Itinerary : ๐Ÿ‘‰๐Ÿ“œ
.
๐Ÿ‘‰Day 1 Arrival In Airport Timika,Stay In Timika( Dinner ).
๐Ÿ‘‰Day 2 Chartered helicopter To The Yellow Valley 4300 m ( B,L,D ),Camp Area.
๐Ÿ‘‰Day 3 Exercise Day For acclimitisation In the Basecamp and Refresh Skills Rope ( B.L,D ).
๐Ÿ‘‰Day 4 Summit Attack.
๐Ÿ‘‰Day 5 Yellow Valley To Timika,Helicopter Pick Up ( B,L,D ).
๐Ÿ‘‰Day 6-7 Contigency Days,This Is anticipate Bad weather on Day 4 that might not be suitable to execute summit attack.
๐Ÿ‘‰Day 8 Departure.

Senin, 12 Februari 2018

Pendakian Gunung Kerinci 2018




Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.
Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang. Tipe Letusan : Tipe Hawaii Bentuk Gunung : Gunung Strato atau Kerucut Tipe Erupsi : Erupsi Eksplosif Keaktifan Gunung : Tipe A
Tumbuhan dataran rendah didominasi oleh beberapa jenis mahoni, terdapat juga tumbuhan raksasa Bunga Raflesia Rafflesia Arnoldi dan Suweg Raksasa Amorphophallus Titanum. Pohon cemara juga tumbuh di Gunung Kerinci. Dengan Taman Nasional Leuser, taman ini terhalang oleh Danau Toba dan Ngarai Sihanok. Sehingga beberapa binatang yang tidak terdapat di Taman Leuser ada di sini, seperti tapir (Tapirus indicus) dan kuskus (Tarsius bancanus).
Banyak terdapat binatang khas Sumatera seperti gajah, badak sumatera, harimau, beruang madu, macan tutul, kecuali orang utan. Berbagai primata seperti siamang, gibbon, monyet ekor panjang, dan Presbytis melapophos. Terdapat juga 140 jenis burung.



Gunung ini dapat ditempuh melalui darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Dapat juga ditempuh dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu. Dengan pesawat terbang dapat mendarat di Padang atau Jambi.
Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat ditemui mulai dari dataran rendah hingga puncak Gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak Gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo.
Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan Jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa Jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos penjagaan TNKS atau R10 pada ketinggian 1.611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh.
Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1.800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan.
Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen.
Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1.909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau.
Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajat.
Pos 1 ini berada di ketinggian 2.225 mdpl dan terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadang kala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat tetapi masih bertemu dengan medan yang landai.
Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka.
Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam.
Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3.351 mdpl, tempat ini cukup lapang dan bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir dan batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati.( info : wikipedia.com )


 Klik disini untuk Mengikuti Open Trip Gunung Kerinci Fase 1 Dan 2 ( Fasilitas,Peraturan Trip dan Itinerary )

Selasa, 06 Februari 2018

Awal Pendakian Gunung Semeru Murah dan Hemat,Di Bulan Mei-Juni-Juli 2018

Assalamualaikum Wr Wb


Ayo Kawan kawan ikuti perjalanan kita Team Mountain Adventure Indonesia di Gunung Semeru.
Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' LS dan 112°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.


Dengan menggunakan truk atau jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Setiap orang yang ingin melakukan pendakian dikenakan biaya Rp17.500 per orang per hari untuk kari biasa, dan Rp22.500 per orang per hari untuk hari libur. Di pos ini pun dapat mencari portir (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", memperhatikan terus ke kiri ke arah bukit, tetapi jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100 m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting di atas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadangkala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 km.
Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 00.00 dari Kalimati.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor ( sumber dari Wikipedia )

 ikuti jadwal Open Trip yang Sesuai dengan waktu liburan mu

Fase 1 25-29 Mei 2018  info pendaftaran klik disini

Fase 2 29 Juni-3 Juli 2018 info pendaftaran Klik disini

Fase 3 20-24 Juli info pendaftaran klik disini





Senin, 05 Februari 2018

Pendakian Gn.Sumbing Dan Gn.Sindoro 2018 Murah & Hemat ( Open trip )


Assalamualaikum Wr Wb
Salam Sejahtera...Salam pendaki Indonesia,Kami Team MA Membuka Open Trip Pendakian Gunung Sindoro Via Jalur Pendakian Kledung,Temanggung

 Meet Point St.Lempuyangan ( jogja )
Tarif : Rp.730.000/Orang Kuota Minimal 8 Orang

Fasilitas ( Include ) :

1.Transport St.Lempuyangan-BC pp
2.Tenda+matras
3.Alat Masak+Gas
4.ijin Pendakian
5.logistik Pokok
6.P3K standart
7.T-shirt/Hammock+Sticker
8.Dokumentasi
9.Guide+Juru Masak
10.Makan 2x ( Sebelum&Setelah )

Exclude :
1.Porter Team
2.Yang Tidak disebutkan didalam list Include

Syarat Booking Seat :
- Hubungi CS kami Melalui No.Wa 082225519561_aditya
- DP 50% sebagai Tanda " Fix Booking "

Peraturan Trip :

1.Jika Peserta Membatalkan Keikutsertaannya Dalam Trip Saat H-3 Dan sudah Melunasi Biaya Trip Maka Uang Kembali 50% dari Biaya Trip.
2.Jika Peserta Membatalkan Keikutsertaannya Dalam trip Saat Hari H Keberangkatan Maka Biaya Trip Hangus.
3.Jika Kuota Minimal Tidak Terpenuhi maka akan di kenakan Biaya Penyesuaian Yaitu
                                          Biaya Trip Meet Point Semarang X Jumlah Kuota Minimal
                                          -----------------------------------------------------------------------
                                           Jumlah Peserta yang Fix Booking hari H Keberangkatan
4.Hal2 yang Mengakibatkan Pembatalan Trip Meliputi Bencana Alam Dan Faktor Keamanan maka uang kembali 100%. 


Open Trip Pendakian Gunung Sumbing Via Banaran,Temanggung

 Meet Point St.Lempuyangan ( jogja )
Tarif : Rp.680.000/Orang

Fasilitas ( Include ) :

1.Transport St.Lempuyangan-BC pp
2.Tenda+matras
3.Alat Masak+Gas
4.ijin Pendakian
5.logistik Pokok
6.P3K standart
7.T-shirt/Hammock+Sticker
8.Dokumentasi
9.Guide+Juru Masak
10.Makan 2x ( Sebelum&Setelah )

Exclude :
1.Porter Team
2.Yang Tidak disebutkan didalam list Include

Syarat Booking Seat :
- Hubungi CS kami Melalui No.Wa 082225519561_aditya
- DP 50% sebagai Tanda " Fix Booking "

Peraturan Trip :

1.Jika Peserta Membatalkan Keikutsertaannya Dalam Trip Saat H-3 Dan sudah Melunasi Biaya Trip Maka Uang Kembali 50% dari Biaya Trip.
2.Jika Peserta Membatalkan Keikutsertaannya Dalam trip Saat Hari H Keberangkatan Maka Biaya Trip Hangus.
3.Jika Kuota Minimal Tidak Terpenuhi maka akan di kenakan Biaya Penyesuaian Yaitu
                                          Biaya Trip Meet Point Semarang X Jumlah Kuota Minimal
                                          -----------------------------------------------------------------------
                                           Jumlah Peserta yang Fix Booking hari H Keberangkatan
4.Hal2 yang Mengakibatkan Pembatalan Trip Meliputi Bencana Alam Dan Faktor Keamanan maka uang kembali 100%.